Seperti apa arah mata anginku,
Menggema hanya ingat tentang sepi
Mengguman hanya ingat tentang rindu
Merayu tanpa ingat lidah ini kaku..
Tak bisa terbayangkan..
Tak bisa terelakan..
Mengunci hati hanya untuk satu rasa
Memenjara rasa agar hati tak sirna
Begitu sajakah?
Begini hanyalah?
Tertunduk terus diam
Seakan mati
Pergi
Entah
Gelap sempat merayap hinggapi
Namun seua tetap terkunci
Bilah - bilah sapa juga sampai memenuhi
Namun tak jua menutupi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
akuuuuuuuuuuu akuuuuuuuuuuuuuuuu siapa?