Kadang saya merenung, sampai kapan tuhan mempercayakan waktu kepada saya. Kadang pula terfikir, apakah waktu saya cukup untuk bahagiakan orang-orang disekeliling saya. Banyak hal yang saya fikirkan, banyak hal yang saya rencanakan, tapi apakah mampu saya mewujudkannya? haffhhh...terkadang kritis sekali semangat saya, bahkan hampir 0% tidak ada. Dukungan dari orang-orang disekeliling sayalah yang selama ini jadi peraduan saya.
Untuk Tuhan saya tercinta, bimbing saya terus agar saya selalu ingat bahwa apapun yang saya lakukan nantinya saya akan kembali hanya kepadaMU. Untuk ibu bapak, hanya untuk kalianlah anakmu ini beralasan kepada tuhannya agar memperpanjang waktunya. Dan untuk satu hati yang selalu aku sebut namanya dalam doa, cintaila saya seperti saya mencintai kamu, sayangilah saya setulus saya menyayangi kamu, jangan sampai kamu menyesal suatu hari nanti jika waktu sudah berlalu dan saya sudah tak berada di sisi kamu lagi untuk selamanya.
Dan yang terakhir, untuk jiwa kecil yang hanya seperti debunya debu di satu galaksi yang luas... jiwa kecil yang terus menari-nari ceria meski hati tak selalu sama cerianya...wahai jiwa kecilku, teruslah kecil agar kau menyadari bahwa ada yang lebih besar dari padamu. Wahai jiwa kecilku teruslah menari ceria meski hati tak sama keadaannya. Wahai peri kecil teruslah menjadi kecil tapi memberi hal yang besar kepada orang-orang yang menyayangimu. Hingga nanti kau temui keindahan yang abadi.
Ahmad hidayat....
ini wujud keputusan terakhirku,
dan maaf aku memilih mundur, kesabaranku tidak mampu lagi menahanmu.
rasa cintaku terlalu besar sehingga aku tidak tau lagi harus survive seperti apa lagi.
aku ingin menunggu cinta yang mencintaiku...maka aku akan belajar untuk mencintainya.
Ahmad hidayat....
ini wujud keputusan terakhirku,
dan maaf aku memilih mundur, kesabaranku tidak mampu lagi menahanmu.
rasa cintaku terlalu besar sehingga aku tidak tau lagi harus survive seperti apa lagi.
aku ingin menunggu cinta yang mencintaiku...maka aku akan belajar untuk mencintainya.
