Senin, 12 Desember 2011

all about one heart it's name ahmad hidayat

            Seberapa jauh hati ini terpaut pada sosok pria mungil tapi mempunyai sejuta pesona yang membuat hawa yang mengenalnya merasa dia sosok polos yg penyayang. yah...begitu pendapat saya ketika pertama kali mengenalnya, namun analisa tersebut salah, dia tak sepolos yang saya kira. dia bukan seperti kucing persia yang tampak cantik dan halus, lebih tepatnya dia seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja dimana saja dan kepada siapa saja. mencintai dia butuh beberapa aspek yang tidak dimiliki wanita biasa, yaitu: kesabaran yang tiada tara yang tanpa adanya batas kadaluarsa, pemproduksian memaafkan yang tanpa ada kata limited edition, rasa cinta yang ikhlas melebihi ikhlasnya bintang terhadap bulan. Tidak sembarang hati bisa mengerti apa yang di maunya, bahkan sampai saat ini saya masih dalam tahap belajar untuk menjadi wanita malaikat yang mempunyai beberapa aspek yang menurut khalayak umum adalah bodoh. orang disekitar saya mengatakan bahwa "untuk apa sih ann kamu masih ada untuk orang yang menganggap kamu tidak ada?bodoh ternyata kamu...banyak yang menginginkan kamu tapi mengapa keinginan kamu hanya terpaut pada laki-laki ini?" kebal telinga saya mendengar kata-kata ini, yang saya lakukan ketika melihat mereka memaparkan pendapat mereka saya hanya tersenyum dan berkata. hati saya untuk mencintai kodrat saya sebagai seorang wanita hanya berbentuk sangat kecil dan hanya bisa saya isikan oleh satu sosok saja, dia pilihan pertama sejak saya membuka mata, dan dia juga pilihan terakhir saya ketika saya menutup mata nanti.
          Kadang saya merenung, sampai kapan tuhan mempercayakan waktu kepada saya. Kadang pula terfikir, apakah waktu saya cukup untuk bahagiakan orang-orang disekeliling saya. Banyak hal yang saya fikirkan, banyak hal yang saya rencanakan, tapi apakah mampu saya mewujudkannya? haffhhh...terkadang kritis sekali semangat saya, bahkan hampir 0% tidak ada. Dukungan dari orang-orang disekeliling sayalah yang selama ini jadi peraduan saya.
          Untuk Tuhan saya tercinta, bimbing saya terus agar saya selalu ingat bahwa apapun yang saya lakukan nantinya saya akan kembali hanya kepadaMU. Untuk ibu bapak, hanya untuk kalianlah anakmu ini beralasan kepada tuhannya agar memperpanjang waktunya. Dan untuk satu hati yang selalu aku sebut namanya dalam doa, cintaila saya seperti saya mencintai kamu, sayangilah saya setulus saya menyayangi kamu, jangan sampai kamu menyesal suatu hari nanti jika waktu sudah berlalu dan saya sudah tak berada di sisi kamu lagi untuk selamanya.
          Dan yang terakhir, untuk jiwa kecil yang hanya seperti debunya debu di satu galaksi yang luas... jiwa kecil yang terus menari-nari ceria meski hati tak selalu sama cerianya...wahai jiwa kecilku, teruslah kecil agar kau menyadari bahwa ada yang lebih besar dari padamu. Wahai jiwa kecilku teruslah menari ceria meski hati tak sama keadaannya. Wahai peri kecil teruslah menjadi kecil tapi memberi hal yang besar kepada orang-orang yang menyayangimu. Hingga nanti kau temui keindahan yang abadi.
         Ahmad hidayat....
ini wujud keputusan terakhirku,
dan maaf aku memilih mundur, kesabaranku tidak mampu lagi menahanmu.
rasa cintaku terlalu besar sehingga aku tidak tau lagi harus survive seperti apa lagi.
aku ingin menunggu cinta yang mencintaiku...maka aku akan belajar untuk mencintainya.

Jumat, 08 Oktober 2010



Rindu 28 Mei


Apalah arti rindu...
tiada tafsiran seindah sajak sajak ayat-MU
mengalun merdu dalam harmoni kalbu
mengalir lemah namun pasti dalam setiap sigma kehidupan
adakah desis,desas,deras...
meraih sebagian mimpi mimpi kecil ku,
tentang adanya rindu hanya dari satu kata
tentang adanya kasih hanya dalam satu lara

Apalah arti rindu...
mengalir lah raga-raga rindu
telusuri lah hawa-hawa mendung dalam hati
dan tiadakan lah rasa haramnya rindu dalam gurat nadiku

Apalah arti rindu...
apakah benar bersalah adanya?
apakah benar haram adanya?
apakah benar dosa adanya?


jika aku masih merindukanmu hingga saat ini?
jika aku masih mengasihimu hingga saat ini?
jika aku masih mengkhayalkanmu hingga saat ini?
jika aku masih menunggumu hingga saat ini?

tapi mungkin seharusnya tidak...